Korea, sebuah catatan perjalanan
Halo, teman-teman! Selamat datang di
blog aku yang penuh dengan kisah
seru. Kali ini, aku ingin membagikan
pengalaman pertama ketika
menginjakkan kaki di Korea Selatan.
Jadi, siapkan secangkir kopi dan
mari kita mulai perjalanan ini
bersama!
Musim gugur 2023, Akhirnya aku
menginjak-injak Negeri Gingseng!
Oops, maksudku, "menjejakkan kaki"
di Korea Selatan. Tapi, tunggu dulu,
kok bisa aku sampai di sini? Bukan
seperti kebanyakan orang yang datang
ke Korea untuk liburan, nonton
konser atau ketemu artis keipop,
sekolah, dll, kalau aku tiba di sini
dengan misi mencari sesuap berlian:v
Awal kuinjak negara ini, kesan
pertama adalah "wah, ada daratan
selain Indonesia yang dihuni manusia
ya" (maklum, baru sekali ke luar
negri. hoho -malu-).
-welcome to Korea, Incheon
international airport..masih sepi
Busan, kota tujuanku terletak di
bagian selatan negri ini. artinya,
dari bandara Incheon ke sana bisa
disebut sebagai perjalanan dari
(hampir) ujung ke ujung Korea.
Dari Incheon, perjalanan ke
Busan memakan waktu beberapa jam
melalui jalan tol. Awalnya sih
ngebayanginnya bakal ngeliat
pemandangan kaya di film2 Korea,
rumah2 tradisional, orang2 berlalu
lalang, dll.. tapi kenyataannya beda
banget, sepanjang perjalanan sejauh
mata memandang cuma gunung, gunung,
lalu gunung, dan gunung, ditambah
air. hahaha.
Setelah liat
keterangan tentang negri ini sih
akhirnya mangguk2 juga. Korea memang
sekitar 70% daratannya berupa gunung
(eh, daratan kok berupa gunung,
bener ora kuwi. piye sih, mbuh).
Itulah mengapa nama kota2 di Korea
banyak yang menggunakan kata san
(gunung), seperti Busan, Ulsan,
Ansan, Yangsan, Noksan, dll.
Kiri kanan, kulihat saja, banyak
gunung dan sungai. Jarang banget
ngeliat dataran yang membentang
luas, apalagi lapangan kosong, atau
sawah-sawah. Pasti tiap beberapa
ratus meter ada gundukan hijau.
hahaha. Di perjalanan juga beberapa
kali melewati terowongan. Weh,
kebayang kan susahnya Korea jaman
dulu saat harus melubangi gunung2
ini untuk dijadikan jalan? Hebatnya
sih selama (akhirnya) tinggal di
sini jarang banget ada berita
tentang longsor. Salut..
apartemen di daerah daegu
Nah, ketika memasuki daerah yang
lebih padat penduduknya,kesan
berikutnya aku mulai melihat banyak
apartemen tinggi yang berdiri megah
di sepanjang jalan. Terutama saat
mendekati kota-kota besar, seperti
Daegu dan Busan. Rumah2 tempat
tinggal biasa sangat jarang
terlihat. Kebanyakan adalah
apartemen dan ruko/tempat usaha.
Setelah ngelirik info, memang
ternyata di Korea harga tanah dan
rumah sangat mahal sehingga rata2
orang Korea memilih tinggal di
apartemen. Orang2 yang memiliki
rumah pribadi walau sederhana
biasanya termasuk yang berharta
banyak :D
Deretan apartemen tinggi ini
menciptakan lanskap yang futuristik
dan teratur, mencerminkan cara orang
Korea Selatan mengelola ruang di
kawasan metropolitan yang padat.
Kombinasi antara gedung dan
pemandangan gunung di kejauhan
memberikan kesan yang memukau,
menyatukan unsur alam dan modernitas
dengan sangat indah.
Next time nyambung lagi nyeritain
"kota tempat kerjaku" ah, Busan
tercinta :D