Theme Color

Sound

PLEASE WAIT
Home

profile card
Muhamad Mustofa
Hidup mandiri adalah jalan hidupku, tetap tegar menjalani walau setiap saat galau menanti. Mengisi kesibukan di bidang elektronik, sebagai hobby saja. Dari Tulungagung Jawa Timur.
Busan, South Korea
1
Followers
1
Following
1
Articles
29 Oktober 2023
Korea, sebuah catatan perjalanan
Halo, teman-teman! Selamat datang di blog aku yang penuh dengan kisah seru...
READ MORE

NO DATA

NO DATA

19 September 2023
Korea, sebuah catatan perjalanan

Halo, teman-teman! Selamat datang di blog aku yang penuh dengan kisah seru. Kali ini, aku ingin membagikan pengalaman pertama ketika menginjakkan kaki di Korea Selatan. Jadi, siapkan secangkir kopi dan mari kita mulai perjalanan ini bersama!

Musim gugur 2023, Akhirnya aku menginjak-injak Negeri Gingseng! Oops, maksudku, "menjejakkan kaki" di Korea Selatan. Tapi, tunggu dulu, kok bisa aku sampai di sini? Bukan seperti kebanyakan orang yang datang ke Korea untuk liburan, nonton konser atau ketemu artis keipop, sekolah, dll, kalau aku tiba di sini dengan misi mencari sesuap berlian:v

Awal kuinjak negara ini, kesan pertama adalah "wah, ada daratan selain Indonesia yang dihuni manusia ya" (maklum, baru sekali ke luar negri. hoho -malu-).

-welcome to Korea, Incheon international airport..masih sepi

Busan, kota tujuanku terletak di bagian selatan negri ini. artinya, dari bandara Incheon ke sana bisa disebut sebagai perjalanan dari (hampir) ujung ke ujung Korea.
Dari Incheon, perjalanan ke Busan memakan waktu beberapa jam melalui jalan tol. Awalnya sih ngebayanginnya bakal ngeliat pemandangan kaya di film2 Korea, rumah2 tradisional, orang2 berlalu lalang, dll.. tapi kenyataannya beda banget, sepanjang perjalanan sejauh mata memandang cuma gunung, gunung, lalu gunung, dan gunung, ditambah air. hahaha.
Setelah liat keterangan tentang negri ini sih akhirnya mangguk2 juga. Korea memang sekitar 70% daratannya berupa gunung (eh, daratan kok berupa gunung, bener ora kuwi. piye sih, mbuh). Itulah mengapa nama kota2 di Korea banyak yang menggunakan kata san (gunung), seperti Busan, Ulsan, Ansan, Yangsan, Noksan, dll.

Kiri kanan, kulihat saja, banyak gunung dan sungai. Jarang banget ngeliat dataran yang membentang luas, apalagi lapangan kosong, atau sawah-sawah. Pasti tiap beberapa ratus meter ada gundukan hijau. hahaha. Di perjalanan juga beberapa kali melewati terowongan. Weh, kebayang kan susahnya Korea jaman dulu saat harus melubangi gunung2 ini untuk dijadikan jalan? Hebatnya sih selama (akhirnya) tinggal di sini jarang banget ada berita tentang longsor. Salut..

apartemen di daerah daegu

Nah, ketika memasuki daerah yang lebih padat penduduknya,kesan berikutnya aku mulai melihat banyak apartemen tinggi yang berdiri megah di sepanjang jalan. Terutama saat mendekati kota-kota besar, seperti Daegu dan Busan. Rumah2 tempat tinggal biasa sangat jarang terlihat. Kebanyakan adalah apartemen dan ruko/tempat usaha. Setelah ngelirik info, memang ternyata di Korea harga tanah dan rumah sangat mahal sehingga rata2 orang Korea memilih tinggal di apartemen. Orang2 yang memiliki rumah pribadi walau sederhana biasanya termasuk yang berharta banyak :D

Deretan apartemen tinggi ini menciptakan lanskap yang futuristik dan teratur, mencerminkan cara orang Korea Selatan mengelola ruang di kawasan metropolitan yang padat. Kombinasi antara gedung dan pemandangan gunung di kejauhan memberikan kesan yang memukau, menyatukan unsur alam dan modernitas dengan sangat indah.

Next time nyambung lagi nyeritain "kota tempat kerjaku" ah, Busan tercinta :D